Home > Warta > Katak Dalam Se-ember Susu

Katak Dalam Se-ember Susu

December 13th, 2009 Leave a comment Go to comments

Dua ekor katak berlompatan dengan riangnya disebuah halaman rerumputan perternakan sapi. Seorang ibu yang sedang membersihkan halaman kandang melihat kedua katak itu, berusaha mengusir dengan sebuah gagang sapu dan membuat kedua katak itu ketakutan.

Kedua katak bergerak dengan cepat dan melompat sejauh-jauhnya, “Ayo Cepat!” seru katak pertama, lalu keduanya melompat-lompat dengan lompatan yang makin lama makin tinggi menuju pagar kandang dimana mereka akan bersembunyi. “Plung” pada lompatan terakhir, keduanya serentak mendarat disebuah ember yang berisi susu segar, segera mereka berenang ke tepi ember dan berusaha naik keluar dari ember itu sambil sesekali melompat, tetapi tidak berhasil

Katak kedua berkata, “Wah kali ini kita pasti mati!…. Ember aluminium itu sangat licin, tidak mungkin kita bisa memanjatnya, kita pasti mati, kita tidak bisa kemana-mana lagi, kita akan mati tenggelam disini!”. Tetapi katak pertama berkata, “Teruslah berusaha, teruslah berenang, pasti ada cara untuk keluar dari sini, ayo pikirkan, jangan menyerah!”. Mereka berdua mendayungkan kakinya dan berenang kesana kemari sambil sesekali melompat berusaha melewati bibir ember.

Setelah sekian jam mereka berenang, katak kedua berkata, “Uh capek sekali, saya benar-benar kehabisan tenaga, susu ini kental sekali dan terlalu licin untuk keluar dari tempat ini”. “Ayo teruslah berusaha, atur gerakan kakimu agar tidak terlalu letih” Kata Katak pertama memberi semangat.

“Percuma saja kita tidak akan pernah keluar hidup-hidup dari tempat ini, menyerah sajalah.” Lambat laun gerakan katak kedua semakin lambat dan melemah hingga akhirnya tidak bergerak lagi, mati.

Sementara itu katak pertama tidak putus asa dan selalu mengatur tempo gerakan dayungnya, dengan sisa-sisa tenaganya ia masih berenang dan terus mengayunkan tangan dan kakinya sambil sesekali tetap membuat lompatan melewati ember yang menggurungnya.

Saat malam menjelang pagi udara terasa dingin, terdengar suara ayam berkokok dan tanpa disadari kaki-kaki katak itu sudah mendapatkan pijakan. Katak itu sudah tidak lagi mendayung lagi karena kakinya terasa berdiri diatas setumpuk mentega hasil karyanya semalam. Dan “Plop” katak itupun melompat keluar dan bebas dari ember, sementara temannya mati didalam ember tersebut.

Saudara-saudara ketika kita melakukan suatu proses meskipun berat, lakukanlah dengan konsisten dan benar maka target akan tercapai. Jangan menyerah dan selalu optimis. Ketika ada berpikir “Bisa” maka anda bisa, ketika anda berpikir “Tidak bisa” maka anda tidak akan pernah bisa. “Tetaplah Berpikir Positif Dan Optimis” (Warta Jemaat GPIB “BETHESDA” 13 Desember 2009)

  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.