Maukah Engkau…
Maukah engkau
;jadi sebatang lilin yang meleleh, luluh pudar dalam kesunyian ?
Maukah engkau
;jadi selembar daun yang dikerat ulat lalu jatuh ketanah dan disapu ?
Maukah engkau
;jadi sepasang kasut yang terinjak nista bercampur tanah dan kotoran ?
Maukah engkau
;jadi sebuah pohon yang ditebang menjadi tumpukan kayu dan dibiarkan teronggok ?
Maukah engkau
;jadi segenggam biji sesawi yang ditabur dan disiangi dengan darah dan air mata ?
Maukah engkau
;jadi seorang musafir yang tak bepikir kikir dan tak pernah mencibir ?
Maukah engkau
;jadi selembar kain keset, kumal dan diinjak-injak bahkan ditendang kesana dan kemari ?
maukah engkau……?
;karena dari sebatang lilin yang meleleh-lantak terbakar api
;karena dari selembar daun yang kering dikerat ulat
;karena dari sepasang kasut yang terinjak-injak
;karena dari sebuah pohon yang ditebang menjadi kayu kering
;karena dari segenggam biji sesawi yang telah ditebar dan dipupuk
;karena dari seorang musafir yang tak berpikir kikir dan,
;karena dari selembar kain keset, kumal sebagai pijakan kaki yang ditendang kian-kemari
engkau menemukan terang sejati
engkau menemukan suka cinta abadi
Dari sanalah kita akan melihat arti sebuah jalan mendaki
;bukan mencari ataupun juga mencuri janji
Tetapi kembali meneladani Sang Gembala sejati
;bukan untuk saling berbisik ataupun juga pura-pura cantik
Tetapi untuk menjawab dengan suara pasti
;untuk berteriak dalam keteduhan hati
Maukah engkau…..??
Dengan apakah kita akan menjawab ?
Sekarang ini sudah sampai pada giliran kita
;untuk menjawab gema pertanyaan abadi
Maukah engkau………???
Sidoarjo, 23 Oktober 2004
Kaleidoskop : Salah satu orang awam di GPIB “Bethesda” Sidoarjo
;…maukah kau jadi anggur, yang tercurah bagi-Nya ?
;…maukah kau jadi roti, yang terpecah untuk-Nya ?
Comments