Home > Puisi, Satra > Retorika Lampu-Lampu Pohon Terang

Retorika Lampu-Lampu Pohon Terang

December 28th, 2008 Leave a comment Go to comments

(dalam episode : Percakapan Batin)

Sejuk hati ini mendengar senandung syukur
;yang keluar dari lubuk hati terdalam
memuji dan memuja kebesaran Tuhan pencipta alam semesta
;Pohon Kehidupan yang memberi buah segar pada dunia
begitupun untuk malam kudus seperti ini
malam dengan sejuta sukacita
malam yang penuh dengan pengharapan baru bagi dunia
;Bayi Yesus telah lahir untuk kita !
kegelapan yang akan berubah seperti warna-warni cahaya lampu
;meskipun kecil kerlap-kerlipnya tetap indah untuk kita amati

Lihatlah, Saudara !
ternyata masih banyak juga lampu yang padam…..
masih banyak relung-relung hati yang pekat, gundah gulana….
dan lihat…, masih terlalu banyak lampu-lampu yang hangus terbakar….
;bukankah malam ini adalah malam yang penuh sukacita…?

Lekas kemari ! kemarilah, Saudaraku….!!
mendekatlah padaku dan akan kubagi cahaya redupku denganmu
kita terangi malam sukacita ini dengan cahaya kita

Apakah terang itu nantinya tidak akan menyilaukan mata saudra-saudara kita ?
atau bahkan semakin membutakannya ?
aku ingin terang ini bukan pertanda pesta pora tahunan semata
atau juga hanya terang yang datang sekedar saja
bukankah….

Biarlah kegelapan malam membutakan hari
;tapi kita akan meneranginya
biarlah udara yang dingin membekukan nyali
;tapi kita akan menghangatkannya
karena itulah tugas kita; menjadi ”penerang”… ya, menjadi “penerang”

Tapi terang yang ada disini terlalu benderang, silau sekali…
sehingga hampir tidak ada tempat bagiNya disini
;coba lihat disana…!
Jiwa-jiwa yang haus dan papa dalam derita dunia
Mereka berteriak….
Mereka merintih…..
Mereka menggigil menahan rasa lapar dan nyeri…..
Mereka juga mati…….

Teduhkanlah hatimu saat ini juga !
Redakan badai yang masih berputar dalam angan-anganmu !
Keringkan ambisi dengan tertunduk sujud bersyukur !
Biar bumi menjerit, langit terbelah dan guntur menggelegar…..
;sediakan hatimu untuk kehadiranNya !

Kandang itu juga gelap; pengap; bahkan kotor dan bau
;tapi tidak pernah tertutup bagi kita
mari kita hampiri dan berbagi dengan mereka yang disana
;bukankah Bayi Yesus juga ada diantara mereka ?!

Dimana ada terang; disanalah Sang Raja Damai Sejahtera berkenan
Dimana ada sukacita; disanalah kita harus berbagi
Dimana ada Natal yang bersemi; disanalah kita akan bertemu
;sampai Maranatha.

Sidoarjo, 28 Desember 2004
Oleh : A.C. Priambodo
“…untuk saudara-saudara terkasih yang pada Hari Tuhan Yesus dilahirkan dirundung duka dan derita.”

  1. December 29th, 2008 at 11:22 | #1 | INDONESIA INDONESIA s="WB-OS"> Nokia Nokia 3120

    Testing via nokia mobile

  2. January 7th, 2009 at 10:48 | #2 | INDONESIA INDONESIA Google Chrome Google Chrome 1.0.154.36 Windows Windows XP

    SANGAR…SANGAR…
    penonton tepuk tangan (plok..plok..plokk…)

  3. January 8th, 2009 at 00:44 | #3 | INDONESIA INDONESIA Google Chrome Google Chrome 1.0.154.36 Windows Windows XP

    Hayah koyo opo wae rek!

  4. January 12th, 2009 at 09:48 | #4 | INDONESIA INDONESIA Google Chrome Google Chrome 1.0.154.36 Windows Windows XP

    hahahahaaha… ak yo sak jan e g ngerti isie opo kok pura2 ae ben rada sangar
    pisssss…

  5. priambodo
    December 15th, 2009 at 22:39 | #5 | INDONESIA INDONESIA Mozilla Firefox Mozilla Firefox 3.5.5 Windows Windows Vista

    Biarlah hingar-bingar natal tidak semakin membawa kita terjebak dalam retorika semata; melainkan menjadikan kita lebih memahami makna terdalam dari kelahiran-Nya bagi dunia ini. Soli Deo Gracia…

  6. December 17th, 2009 at 16:07 | #6 | INDONESIA INDONESIA Mozilla Firefox Mozilla Firefox 3.5.3 Solaris Solaris

    Anugerah terindah ketika Allah menyatakan diri-Nya Sendiri untuk menjadi serupa dengan manusia. Dia datang sebagai Wujud Kasih yang teramat besar dimana sering kali kita gagal untuk mengerti mengapa Dia Sendiri yang harus datang. Itulah Allah….. Semuanya begitu indah… begitu sempurna…

    Selamat Natal 2009 Damai Natal Menyertai Kita

  1. No trackbacks yet.